Minggu, 28 Oktober 2012

Remuk Hati Ini



senja menutupi mega
rintik gerimis mewarnai hari
hati yang telah patah
terbasahi hujan air mata

kau pergi tiada pamit
tetes darah yang kau tinggalkan
menjadi luka di hati

Ya Allah…..
tempatkan lah ia di surga-Mu
pertemukan lah kami
dengan Kasih dan Ridha-Mu
Amien.

Cukup Sampai Disini


Kebohongan begitu indah saat keluar dari bibirmu,..
Penghianatan terlihat sangat wajar jika kamu yang melakukannya,..
Begitu mudah kau tebang pohon-pohon lontar di hatimu..
Begitu mudah kamu berkata cukup sampai disini.

Aku seperti kehilangan kaki untuk berdiri
Aku seperti kehilangan mata untuk melihat

Bagaimana cara aku melupakan kamu…
Harus dimana aku tempatkan diri ini jika bertemu kamu…
Yang aku tau, janji dan impian kita tak mungkin lagi bisa terwujud,..
Yang aku tau semua hal yang dulu manis, kini berubah menjadi sangat menyakitkan..

Entah mengapa kamu berubah hati padaku..
Entah mengapa tak ada kesempatan kedua untukku..
Entah mengapa begitu mudah kamu putuskan cinta kita..
Bahkan entah mengapa sampai saat ini kamu tak pernah katakan, apa salahku..

Padahal sudah kugantungkan seluruh harapanku padamu..
Padahal sudah kuserahkan segalanya untuk kamu..
Walau kadang terkesan hati ini mengiba atas cintamu..
Entahlah, mungkin memang semua ini harus berakhir sampai disini..

Mengapa aku berfikir, jalan ini terlalu pahit dan rumit untuk kulalui…
Mengapa kadang aku berfikir tak ada lagi hari yang harus aku lalui..
Apakah harus kuakhiri hidup sampai disini..
Mungkin, lebih baik aku mati…

Aku kecewa..
Aku putus asa..


LUPAKAN HATI INI


saat daun kering berjatuhan
angin kemarau membelai diri
ku terdiam terpaku
saat kau memilih tinggalkan ku

tapi tak mengapa
ku tak membendung tangis
kepergianmu
anugrah bagiku

semoga kau temukan kebahagiaan disana
bersamanya lalui dunia
kini ku bahagia bersama sepi

tiada yang lebih baik darimu
selain seseorang yang mau mengerti diriku
kini ku larut dalam pencarian terakhir
kuyakin Tuhan bersamaku

DI UJUNG KATA-KATA


Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
Di atas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara

Masihkah ada sedikit senyum darimu
Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon-pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Karena aku selalu berjalan menujumu

HANYA PADAMU


Mataku terpejam tak mau
Anganku berontak tak lesu
Merekat pada ruang kamar
Berkutat pada riuh gaduh angin malam
Meronta lagi getar ini
Mengais lagi rindu bertali

Untukmu kuasah luka
Padamu kuasuh bahagia
Padamu cinta ingin kuakhirkan
Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan
Hanya padamu, itu saja..

DI UJUNG KATA-KATA
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
Di atas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara

Masihkah ada sedikit senyum darimu
Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon-pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Karena aku selalu berjalan menujumu

Selasa, 16 Oktober 2012

Harapan


Jangan terlalu mencemaskan sesuatu yg tak berarti, kamu hanya menciptakan sebuah masalah yg memang tak pernah ada pada awalnya.

Terkadang, bukan kenangan buruk bersama seseorang yg buatmu sangat terluka, tapi kenangan indah bersamanya yg tak bisa terlupa.

Habiskan waktumu dgn mereka yg buatmu tersenyum. Mereka yg membuat hidupmu lebih baik hanya dengan menjadi bagian di dalamnya.,,,.

SEMOGA…

Minggu, 14 Oktober 2012

LUKA HATI

Air mata pun t’lah habis
Menangisi kesedihan ini
Hatiku pun telah letih
Mencintaimu tanpa pasti

Apakah ini sudah jalan takdir
Kau tak akan pernah jadi milikku
Dan kini...
Rasaku untukmu
Hanya tinggal...
Cinta dalam hati

Cemburu Menyakitkan
PANAS..
Seakan ku berada di tengah bara api
SAKIT...
Seperti ku bertapak di lautan duri
PERIH...
Selayak pisau menyayat tubuh ini
HANCUR....
Bagai kapur yang tertipah besi

Kini terakhir kumengenalmu,
kini terakhirku menyapamu,
bila nanti kau ingin kembali,
tunggu .... Sampai aku mati ...

Telah sekian kali kumerasa bersalah,
hanya karna sifatku yang tak ingin terluka,
jauh dari niatku membuatmu gelisah,
resah rasa takutku kehilangan dirimu,
Mungkin kau telah berikan yang terbaik sampai disini

Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karna ku mencintai bukan aku yang di cintai
Semoga kau bahagia dengan luka ku ini
Semoga kau tenang dengan pederitaan hati ini.

HILANG


Perih jiwa
Tuntaskan rasa
Dimana kebahagian
Bagaimana ku harus berdiri
Di dunia yang gelap sepi
Dimanakah ku harus mencari...
Suara yang selama ini hilang
Bisikanya kan sucikan jiwa
Sempurnakah hidup yang ku jalani
Menahan tangis sunyi sendiri
Ku tak kuat untuk bersembunyi...
Air mata
Seakan melangkah
Amarah senyum berduka
Bagaimana ku harus berdiri
Di dunia yang gelap sepi
Dimanakah ku harus mencari
Suara yang selama ini hilang
Bisikanya kan sucikan jiwa
Sempurnakah hidup yang ku jalani
Sunyi tetap berdiri…
Sunyi tetap berdiri…
Menahan tangis sunyi sendiri
Ku tak kuat untuk bersembunyi…